Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Surel
Nama
WhatsApp
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000

Berita

Halaman Utama >  Berita

Teknik Penempatan Sekrup Pedikel untuk Tulang Belakang Servikal, Torakal, dan Lumbal

Time : 2026-08-24

Pemasangan sekrup pedikel merupakan keterampilan bedah dasar dalam pembedahan tulang belakang dan termasuk salah satu teknik esensial yang harus dikuasai oleh dokter bedah muda. Mengingat ciri anatomi unik pedikel torakolumbal serta kompleksitas struktur di sekitarnya, pemahaman mendalam mengenai detail prosedural dan nuansa teknis terkait sangat penting.

(I) Tulang Belakang Toraks

Penempatan sekrup pedikel merupakan keterampilan dasar dalam pembedahan tulang belakang. Untuk tulang belakang toraks, titik masuk arah sefal–kaudal umumnya dipilih pada persimpangan sepertiga atas dan sepertiga tengah prosesus transversus, atau pada batas atas prosesus transversus. Titik masuk arah medial–lateral biasanya berada pada batas lateral sendi fasiet.

Artikel ini memperkenalkan metode baru untuk menentukan titik masuk medial–lateral, yang disebut "metode lamina ventral dan faset artikular superior." Secara khusus, titik masuk medial–lateral dipilih 2–3 mm di sisi lateral dari garis tengah faset artikular superior (SAF) vertebra torakal. Namun, karena variasi anatomi, metode lokalisasi ini memiliki risiko 0,43% memasuki kanalis spinalis.

Korteks ventral lamina torakal relatif tebal dan kuat; akibatnya, probe pedikel cenderung terarah secara alami ke dalam pedikel, sehingga membentuk jalur sekrup yang tepat posisinya.

Artikel ini menyebutkan metode titik masuk cephalad–caudad yang diusulkan oleh Lenke dkk. pada tahun 2004 (yang menurut penulis sangat andal dalam praktik):
- T7, T8, T9: pada persimpangan batas atas prosesus transversus dan sendi faset.
- T1, T2, T3, T12: pada titik tengah prosesus transversus (untuk T12, pilih titik tengah depresi berbentuk pelana).
- T6, T10: sedikit di atas sepertiga bagian tengah-atas prosesus transversus.
- T4, T5, T11: pada sepertiga bagian tengah-atas prosesus transversus (pada kresta prosesus transversus; T11 terkadang juga memiliki struktur berbentuk pelana).

Metode yang umum digunakan penulis untuk titik masuk searah kepala–ekor adalah: untuk T7, T8, dan T9, pilih batas atas prosesus transversus; untuk semua tingkat lainnya, pilih kresta prosesus transversus. Untuk T11 dan T12, jika terdapat struktur pelana, titik masuk berada tepat pada depresi pelana tersebut.

(II) Kolom Servikal

Untuk atlas (C1), terdapat tiga metode konvensional, yang pada dasarnya serupa dalam hal titik masuk medial–lateral. Titik masuk searah kepala–ekor bervariasi tergantung tekniknya, namun sebagian besar lintasan sekrup berada di dalam massa lateral, dengan beberapa lintasan memotong arkus posterior atau seluruhnya berada di dalam arkus posterior.

Untuk penempatan sekrup pedikel C2, mengekspos batas medial pedikel dan menempatkan sekrup di bawah visualisasi langsung merupakan pendekatan yang paling aman dan andal. Teknik sekrup pedikel untuk C3–C6 lebih sulit dikuasai dan sangat bergantung pada variasi anatomi individu.

Untuk sekrup massa lateral, titik masuk dapat berada di tengah massa lateral, sedikit ke arah medial, atau 1 mm di atas atau di bawah titik tengah. Titik masuk bukanlah satu titik tunggal, melainkan suatu zona aman.

(III) Tulang Belakang Lumbar

Kemiringan lateral untuk sekrup pedikel lumbar berkisar sekitar 20°–30°. Dalam praktiknya, nilai numerik ini sulit diikuti secara presisi; diperlukan latihan jangka panjang, dan cukup memiliki pemahaman umum mengenai sudut tersebut.

Umpan balik taktil sangat penting. Saat maju melalui tulang kancellus pedikel, operator dapat merasakan sensasi seperti pasir atau butiran kasar. Operator juga merasakan sensasi ‘hisap’ atau seperti sonde ‘terkunci’ oleh tulang. Analogi yang membantu: ambil segenggam pasir atau millet di tangan Anda dan masukkan batang logam di antara jari-jari Anda—itulah sensasinya.

Beberapa gambar diadaptasi dari buku Profesor Lei Wei berjudul “Atlas of Spinal Internal Fixation Systems.”

Sebelumnya:Tidak ada

Berikutnya: Teknik Reduksi Terstandarisasi pada Fraktur Humerus Proksimal

logo