Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Surel
Nama
WhatsApp
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000

Berita

Halaman Utama >  Berita

Cara Membuat Titik Masuk yang Tepat Selama Pembedahan untuk Fraktur Intertrokanterik

Time : 2026-07-20

Pertama, dilakukan insisi kecil sekitar 2–3 cm tepat di proksimal trokanter mayor untuk membentuk koridor jaringan lunak yang memadai. Pada pasien lansia dengan kualitas tulang buruk, guna mengurangi durasi pembedahan, dapat diterapkan teknik masuk langsung menggunakan alat penusuk (entry awl) diikuti dengan pemasangan segera dari batang intrameduler (nail). Saat membuka korteks, perhatian khusus harus diberikan: rasakan dengan jari aspek medial ujung trokanter mayor, kemudian masukkan alat penusuk mengikuti arah yang dipandu oleh jari Anda. Alat penusuk harus dipertahankan secara ketat sejajar dengan sumbu panjang tubuh pasien.

Namun, hal ini menuntut posisi pasien yang lebih akurat. Posisi pasien yang benar memberikan ruang operasi yang memadai bagi ahli bedah serta menjamin pemasangan batang intrameduler (nail) berjalan lancar.

Alat penusuk (awl) dimasukkan dengan gerakan berputar, mengikuti arah kanal meduler. Saat memberikan tekanan, perhatikan bahwa korteks medial lebih keras, sedangkan korteks lateral lebih lunak. Oleh karena itu, arah pemberian tekanan saat pembukaan harus diarahkan ke medial, menuju kanal tersebut. Dalam kebanyakan kasus, satu kali percobaan sudah cukup berhasil.

Setelah lokalisasi fluoroskopi dikonfirmasi akurat, batang intrameduler (nail) dapat dimasukkan. Bagi ahli bedah yang masih kurang berpengalaman dan belum mencapai tingkat intuisi berbasis sentuhan (tactile-guided intuition) yang tinggi, disarankan untuk menggunakan lebih banyak tampilan fluoroskopi—baik anteroposterior maupun lateral—serta menyesuaikan titik masuk sesuai arah kanal meduler hingga diperoleh pembukaan yang optimal.

Dalam situasi tertentu—misalnya ketika garis fraktur berjalan tepat melalui zona masuk, atau pada pasien lebih muda dengan kualitas tulang yang baik di mana pembukaan langsung menggunakan awl tidak memungkinkan—teknik yang dipandu K-wire direkomendasikan. Pertama, kawat penuntun (guidewire) ditempatkan secara presisi pada posisi yang tepat, kemudian, dengan kawat tersebut sebagai pusat, dilakukan reaming bertahap untuk memperbesar lubang masuk.

Sangat penting untuk menekankan bahwa lubang masuk harus cukup besar. Jika tidak, perpindahan fragmen fraktur selama pemasangan batang logam (nail) dapat dengan mudah terjadi. Namun, mengingat ruang operasi yang terbatas dan sifat alami korteks tulang yang lebih keras di bagian medial serta lebih lunak di bagian lateral, umumnya teramati bahwa selama proses reaming, korteks medial yang lebih keras cenderung mengalihkan alat reamer ke arah trokanter mayor lateral yang lebih lunak, sehingga menyebabkan pergeseran titik masuk ke arah lateral.

Setiap ahli bedah memiliki trik tersendiri untuk mengatasi pergeseran ke arah lateral ini:

    • Beberapa ahli bedah sengaja melakukan koreksi berlebih dengan memulai sedikit lebih medial.

    • Yang lain menggunakan instrumen tambahan—seperti retractor atau elevator periosteal—untuk memberikan gaya penyangga medial terhadap alat pengeram, meminimalkan gangguan dari korteks lateral.

    • Beberapa menggunakan pelat kecil untuk melindungi dinding lateral, memastikan dinding tersebut tetap tidak terganggu.

    • Teknik lain melibatkan pembengkokan ujung kawat penuntun ke arah lengkung ke atas, memanfaatkan elastisitas kawat itu sendiri untuk melindungi korteks lateral.




c4e83bf0f81d6e94f4e6a05783ef42ea.png

Ilustrasi: Pembukaan dan pengeraman dengan bantuan instrumen untuk menghindari kerusakan pada dinding lateral.

Sebelumnya:Tidak ada

Berikutnya: Perubahan Titik Masuk untuk Pemasangan Nail Intrameduler pada Fraktur Femur Proksimal: Metode Koliner Sentral

logo